RUANG PUBLIK SEBAGAI TEMPAT BERMAIN BAGI ANAK-ANAK : Studi Kasus Pengembangan "The Urban Zoo" bagi Kawasan Pecinan di Singapura

Christine Wonoseputro




Abstract


The development of the city has caused a great influence through the society and the children as the part of the society. The children activity in the city has caused spontaneous playing space in the public space and it is being called "the invisible playground." This phenomenon needs to be realized and needs to be adopted in design, so that it has not only brought negative impact to existence of the city public open space but in contrary it will bring positive influence to the public open space itself.


Abstract in Bahasa Indonesia :

Perkembangan kota menjadi menarik diamati, karena menimbulkan fenomena yang menarik di masyarakat, terutama bagi anak-anak. Pembangunan kota yang seringkali mengabaikan keikutsertaan anak - anak sebagai elemen sosial kota mengakibatkan timbulkan ruang bermain spontan yang tidak kasat mata atau dalam penelitian ini disebutkan sebagai " the invisible playground ". Hal ini menarik untuk disadari dan diadopsi dalam desain, sehingga fenomena tersebut bukannya memicu akibat negatif bagi ruang publik kota, melainkan mampu menimbulkan sumbangan yang positif bagi ruang kota itu sendiri.

Kata kunci: ruang publik, anak-anak, "the invisible playground"


Keywords


public space, children, "the invisible playground"

Full Text: PDF

Template DIMENSI

The Journal is published by The Institute of Research & Community Outreach - Petra Christian University. It available online supported by Directorate General of Higher Education - Ministry of National Education - Republic of Indonesia.

©All right reserved 2016.Dimensi, ISSN: 0126-219X, e-ISSN: 2338-7858

 

shopify visitor statistics
View My Stats




Copyright © Research Center Web-Dev Team